Dari Anas ra, katanya: "Abu Bakar berkata kepada Umar h sesudah wafatnya
Rasulullah shallallahu alaiwasallam bersabda:"Mari kita bersama-sama berangkat ke tempat Ummu Aiman
untuk menziarahinya, sebagaimana halnya Rasulullah juga menziarahinya."
Ketika keduanya sampai di tempat Ummu Aiman, lalu wanita ini
menangis. Keduanya berkata: "Apakah yang menyebabkan engkau menangis? Tidakkah
engkau ketahui bahwasanya apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik untuk Rasulullah "
Ummu Aiman lalu menjawab: "Sesungguhnya saya tidaklah menangis karena saya tidak
mengetahui bahwasanya apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik untuk Rasulullah ,
tetapi saya menangis ini ialah karena sesungguhnya wahyu itu telah terputus - sebab Nabi telah wafat." Maka ucapan Ummu Aiman menggerakkan hati kedua sahabat itu untuk
menangis. Kemudian keduanya itupun menangis bersama Ummu Aiman.
Dalam kesempatan ini aku (Syaikh Husain) berkata:
Bermain dan berkelakar tanpa tahu budi pekerti
Engkau belum menyaksikan pemalsuan hadits ataupun kedustaan
Engkau belum menyaksikan alat-alat musik dan nyanyian
Engkau belum menyaksikan pesta khamr dan zina
Engkau belum melihat kami ketika kebinasaan menerpa
Kalau engkau belum mati, nisaya engkau akan melihat keanehan bersama kami
Engkau belum tahu perbuatan musuh dan bala tentara mereka
Inilah kami, bertekuk lutut kepada bangsa Yahudi
Dan ketika menjadi panas karena persatuan kami terkoyak
Perkara-perkara membuat umatku seperti orang-orang yang bermain
Demi Allah, tidaklah jalan yang kami lalai mengenal tangisan
Kalaupun berpura-pura menangis tiada bisa menghubungkan ataupun mengaitkan
Sumber: Terputusnya Wahyu dari Langit oleh Syaikh Husain al-Awayisyah hal. 130-131)
ConversionConversion EmoticonEmoticon